Jumat, 03 Desember 2010

Stream Cafe dan Resto

banyak orang yang berfikiran menjalankan usaha yang sesuai dengan keinginan menjadi hal yang sangat menyenagkan bagi kita. Begitu pula dengan Jonatan Ongko yang mengelola Stream Cafe dan Resto. Di usianya yang sudah menginjak kepala 5 (56 tahun), dia tetap semangat dalam berwirausaha. Apalagi usaha yang ia bangun pada prinsipnya untuk menyenagkan para pencinta kuliner.

Agar usahanya dapat berjalan dengan lancar, ia melakukan trobosan-torbosan baru untuk menarik para pelanggan, misalnya ia selalu mengutamakan keramahan, kesopanan dan kesantunan. Untuk itu Perekrutan karyawanpun tidak sembarangan ia lakukan, semuanya harus diambil dari tenaga-tenaga yang profesional.

Menurutnya Konsumen merupakan raja yang wajib kita layani dengan sempurna.  Hal itu menjadi point terpenting baginya. Selain itu Jonatan Ongko juga menjelaskan perbedaan masakan nusantara dengan masakan konsep westren. Misalnya dengan jenis kopi yang disediakan secara garis besar terbagi menjadi 2 robusta dan arabika. Meski hanya dua dalam Penyajiannya tetapi dibuat berbeda dengan aneka rasa.

"Disinilah letak perbedaan kami. Karena kami memadukan resto dan kafe menjdai satu. Selain itu, disini kami juga mengenalkan panganan manca negara dan berbagai jenis kopi didunia seperti Espreso, Kopi Lampung, Kopi Mandailing dan Kopi bali." ujarnya.

Selain itu alasan kami berani mengenalkan menu penganan internasional ini, karena secara umum masyarakat Lampung telah mengenal dan menyukai kuliner yang berasal dari luar negeri. Misalnya burger, pizza, freid chicken dan lain sebagainya. Itu berarti bahwa anak muda Lampung tidak hanya menyukai makanan tradisional dan rumahan saja.

Sedangkan untuk promosi tempat usaha yang terbilang baru ini, Jonathan mengaku masih melakukan pengenalan via iklan, brosur dan promosi dari mulut ke mulut. Di tambah lagi lewat media internet, brosur dan facebook.

 * tribunlampung
Lihat juga : table8, sushi tei
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar